Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Posted on by Jamie

Performa Para Pemain Chelsea Dapat Mempengaruhi Performa Tim Nasional

Performa Para Pemain Chelsea Dapat Mempengaruhi Performa Tim Nasional

Siaran langsung sepak bola merupakan sumber informasi utama mengenai hasil dan juga jalannya pertandingan tersebut. Pertandingan di liga – liga elit Eropa dapat menjadi ajang untuk memantau perkembangan dan performa para pemain yang di akhir musim nanti akan memperkuat tim nasional mereka di ajang Piala Eropa 2016. Beberapa pemain yang bermain untuk Chelsea sepertinya memperlihatkan penurunan performa setelah juara bertahan Liga Primer Inggris tersebut mungkin harus mulai memikirkan strategi agar terhindar dari degradasi di musim ini. Chelsea yang sebenarnya dijejali oleh pemain – pemain bintang Eropa kembali mengalami kekalahan.

Anak asuh Jose Mourinho tersebut digulung Leicester City yang tengah tampil menawan dengan skor 1 – 2. Leicester City yang kini ditangani oleh Claudio Ranieri memang tampil cukup konsisten dan menjadi salah satu tim yang berpeluang cukup besar menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini. Ranieri merupakan manajer yang membangun pondasi tim Chelsea sebelum Roman Abramovic mengambil alih klub tersebut dan memberi suntikan dana sangat besar untuk membeli dan mengumpulkan pemain – pemain bintang. Hanya saja kini tim Chelsea sepertinya minim motivasi dan kreativitas di lapangan sehingga sering gagal mendapat nilai 3 saat menjalani pertandingan liga. Chelsea yang bertindak sebagai tim tamu mampu menguasai permainan namun gagal mencetak gol.

Penurunan Performa Para Pemain Bintang Chelsea

Beberapa manajer tim nasional negara finalis seperti Spanyol dan Belgia pantas khawatir melihat permainan pemain tim nasional negara mereka yang kini memperkuat Chelsea. Minimnya motivasi dapat berdampak buruk pada kualitas permainan seorang pemain sepakbola dan kondisi tersebut seringkali tidak mudah untuk diperbaiki. Penampilan Cesc Fabregas, Pedro, Diego Costa, Eden Hazard dan Thibaut Courtois pantas dikhawatirkan oleh Vicente Del Bosque dan juga Marc Wilmots. Fabregas dan Pedro merupakan dua pemain kunci di lini tengah dan lini depan Spanyol; kedua mantan pemain Barcelona tersebut seringkali dimainkan sebagai gelandang serang atau penyerang oleh Del Bosque di tim nasional Spanyol.

Sementara itu menurunnya ketajaman Diego Costa juga patut menjadi perhatian bagi tim nasional Spanyol. Sedangkan Eden Hazard merupakan salah satu pemain paling kreatif di tim nasional Belgia; Marc Wilmots sering memainkan Hazard sebagai gelandang serang ataupun penyerang lubang ketika bermain di tim nasional Belgia. Meskipun begitu; Spanyol dan Belgia sepertinya tidak akan kekurangan pemain kreatif di lini tengah karena masih memiliki pemain lain dengan kualitas yang tidak kalah. Vicente Del Bosque masih memiliki Juan Mata, Andres Iniesta ataupun Isco. Bahkan Del Bosque juga dapat mempertimbangkan untuk memberi tempat bagi Sergi Roberto yang kini kian matang di Barcelona. Sementara itu Marc Wilmots juga masih memiliki seorang Kevin De Bruyne yang tampil konsisten meski baru saja pindah ke Manchester City di awal musim ini dari Vfb Wolfsburg.

Menganalisa Masalah Yang Dialami Chelsea Saat Melawan Leicester City

Prestasi Chelsea yang tengah menurun banyak dipengaruhi oleh kebijakan transfer di bursa transfer musim panas pada awal musim. Chelsea tidak melakukan pembelian pemain sampai Liga Primer Inggris digulirkan dan masalah di skuad bermunculan. Membeli Pedro merupakan keputusan untuk menambah kekuatan di lini depan; sementara itu kelemahan di lini tengah dan lini belakang masih terus menjadi masalah hingga mendekati bursa transfer musim dingin. Penurunan performa Gary Cahill di lini belakang juga berpengaruh pada banyaknya gol yang bersarang di gawang Chelsea.

Permainan cepat di lini depan Leicester City yang digalang oleh Riyad Mahrez dan Jamie Vardy menjadi masalah utama yang sangat sulit diatasi oleh para pemain belakang Chelsea. Kombinasi kedua pemain tersebut menjadi pemecah kebuntuan dan membuka skor setelah memanfaatkan lini belakang Chelsea yang lambat bereaksi. Jamie Vardy mencetak gol pertama di menit 34 dan Mahrez mencetak gol kedua di menit 48. Keputusan Mourinho mengubah formasi dengan memainkan 3 pemain belakang sempat memberi harapan; terutama setelah Loic Remy sukses memanfaatkan umpan silang Pedro untuk mencetak gol dengan sundulan kepala. Semua pemain belakang Chelsea tampil kurang baik; para gelandang yang biasa membantu pertahanan seperti Nemanja Matic dan Oscar juga tampil kurang optimal sehingga memaksa Thibaut Courtois bekerja keras dan akhirnya kebobolan 2 gol. Bagaimana perkembangan permainan para pemain Chelsea dapat terus dipantau melalui berita olahraga ataupun siaran langsung sepak bola.